Posts

Tentang Kecewa yang Harus Kau Pahami

Image
“Kita boleh kecewa pada manusia, tapi jangan karena itu kita mengecewakan Tuhan.” Kalimat di atas sebetulnya sudah cukup mewakili seluruh isi tulisan ini. Selebihnya, bacalah sekedar agar kau lebih mengerti. Beberapa waktu belakangan ini, aku mengamati fenomena yang hampir serupa: seorang wanita terluka, lalu memutuskan untuk terbuka. Lebih jelasnya, banyak wanita yang kecewa pada pria, lalu kemudian memutuskan melepas jilbabnya. Ini terjadi bahkan pada teman dekatku, aku mengamatinya dan ia tahu aku sepemikir itu. Aku bilang padanya hal ini seperti berpola, perilaku meluapkan amarah dan berusaha menutupi luka. Temanku mengonfirmasi benar, bahwa saat ini begitu kuat keinginan untuk menunjukkan bahwa ia ‘baik-baik’ saja, bahkan lebih baik sebelum kejadian dunia jungkir balik itu menimpanya. Namun, saat ia berusaha tampil superior menurut standarnya, ia lupa hal yang paling krusial: batas-batas yang diberikan Tuhannya. ...

If you are not as caring as my dad

Image
Aku pikir, setelah seorang anak menikah, maka orang tua akan merasa lebih ringan; financially, mentally, physically. Karena setelah menikah, si anak harus mandiri, harus bisa mengurusi hidupnya sendiri dan tidak lagi banyak membutuhkan peran orang tua. Bahkan si anak itu kemudian (dengan izin Allah) akan menjadi orang tua juga dan menjalankan peran yang sama seperti orang tua mereka dulu. Pikirku, setelah si anak menikah, hilang sudah ia dari pikiran orang tuanya. Ternyata, aku salah.. Sangat salah, bahkan. Tahun 2025 ini, usia pernikahanku memasuki tahun ke-6. Apakah aku bahagia? Insya Allah iya. Sepertinya iya. Aku lupa apakah suamiku pernah bertanya aku bahagia atau tidak bersamanya, he’s not big at words. Love language suamiku act of service , bukan words of affirmation . Tapi kalau dipikir lagi, mungkin suami tidak bertanya karena takut juga mendengar jawabannya. Seandainya ternyata aku bilang aku kurang bahagia, siapkah dia legowo menerimanya? Apa yang harus dia lakukan setelah...

Obituary Ceututi

Image
  Sebelum menulis lebih jauh, aku ingin meminta maaf sedalam-dalamnya jika ada anggota keluarga atau kerabat yang bersangkutan membaca tulisan ini. Tidak ada maksud lain selain mengungkapkan rasa syukur dan kedukaan yang dalam. Menulis obituary selalu menyesakkan, selalu terasa begitu berat. Baru kemarin rasanya menulis untuk teman lama, kali ini aku akan menulis lagi untuk salah satu orang terdekat keluargaku. Bukan maksudku memenuhi blog ini dengan berita duka, tapi ‘menulis adalah bekerja untuk keabadian’, maka inilah salah satu cara agar kenangan kita tak hilang.. Pagi tadi, aku mendapati isak tangis mamaku di telfon, padahal belum 24 jam kami bertemu sebelum mamaku kembali ke kampung halaman (terima kasih ya Allah mamaku udah baikan). Sambil terisak itu ia mengabarkan kematian, dari orang yang selalu membantu keluargaku bahkan sejak aku belum dilahirkan. Kami biasa memanggilnya Ceu Tuti, ‘ceu’ yang berarti kakak perempuan dalam Bahasa Sunda. Meskipun sepertinya beliau sebayaan...

Beautiful soul (gone too soon)

Image
Coldness creeps into my bone That evening when I get to know Our friends telling me you were gone For a bit I thought They were just being clown But then I know it Deep within me The whisper of you leaving Far before today arriving You are a fighter Your name is literally a lighter Sent to our college life And make it brighter Let’s wish the next day will be easier Without you and your laughter Beautiful soul, you are the winner Now resting in peace No pain no crease Sleeping face smiles to please Everyone that come to release Beautiful soul, beautiful soul Remembering Insan.. Teman kuliahku yang baik, mungkin satu-satunya yang baik tidak hanya di mata manusia, pun juga di mata kucing. Seingatku juga satu-satunya teman laki-laki yang sangat suka kucing, I'll always cherish the memory waktu kami sama-sama mengubur anak kucing yang sakit dan meninggal saat masa-masa skripsian dulu. Aku meneleponnya menjelang tengah malam, dan ia yang bersemangat menggali liang lahat kucing itu di dek...

Book Review: When the Sky is Blooming by Ilana Tan

Image
  Satu buku berlalu, muncul buku berikutnya. Mengantre untuk segera dibaca dan dicerna.. Before this, I never felt the need to write reviews for the books I was reading. You can see on my Goodreads account, I may have been happy to rate books, but I never gave reviews. That was until Ilana Tan’s latest masterpiece appeared on my radar and finally landed in my hands this week.. When the Sky Is Blooming by Ilana Tan Ilana Tan adalah author favorite pertamaku, yang ku ‘kenal’ saat SMP dulu. Jalan cerita novelnya tidak pernah biasa, male main character atau pemeran cowoknya selalu digambarkan good looking dan soft spoken, menjawab impian para pembaca wanita yang hopeless romantic sepertiku. Tapi ternyata, sekian ratus buku berlalu, berbagai genre dan trope cerita kubaca, akhirnya menyadarkaku ada hal-hal (dua hal tepatnya) yang ‘kurang’ dari karya Ilana Tan yang terbaru ini. Kurang konflik, gak ada klimaks Ada buku-buku yang mampu dengan kuat menggiring emosi pembacanya, kita bisa d...