Posts

Showing posts from April, 2011

"dari cinta untuk si hati"

Image
karena kamu sangat tampan, aku bilang "dari mata turun ke hati" ternyata kamu bisa masak, "dari rasa turun ke hati" kamu juga wangi sayang, "dari hidung meluncur masuk hati" senyuman menenangkan, pelukan menghangatkan, "kau tepat mencuri hati" kiss bathing, aku bilang "kamu lancang mendobrak hati" saat ini kamu yang paling mengerti, aku yakin "dari cinta untuk si hati" semakin hari semakin bersemi, "dari hati semakin ke dalam hati" Sesederhana itu konteks cinta untuk aku, segala yang aku suka dengan mudah masuk hati. Cukup kamu indah seperti ini, tak perlu sempurna, kamu sudah dapatkan satu hati, dan aku tak punya hati yang lain untuk kuberi. Dalam kesederhanaan dan keterbatasan aku untuk bisa berkorban tanpa keluh kesah, aku bilang “Terimakasih sayang, atas cinta, keindahan, kebahagiaan dan penantian panjang untuk aku. Dengan segala angan dan mimpi, ingin sekali hati ini berjodoh denganmu…” ...

I remember...

Image
Satu hari jelang Ujian Nasional, lazimnya aku hibernasi mengurung diri di ruang rahasiaku dan belajar dengan tekun. Tapi, bukan Isma namanya kalau melakukan hal yang dilakukan orang-orang mayoritas, meskipun jadi bagian dari golongan minoritas tidak selalu berdampak positif. Lalu? Sabtu malam itu sebenarnya aku udah niatin mau keluar, tapi belum bikin planning karena gak tahu mau keluar sama siapa dan pergi kemana dan juga gak berani berharap mami bakal ngizinin aku main sehari sebelum UN. Di sini, yang tak disangka-sangka terjadi… dan mami justru dengan senang hati mengizinkan... “Kamu ngilang!” “Aku atau kamu yang ngilang?” “Idih, kamu tahu yang ngilang! Mentang-mentang gak bisa bangunin shubuh lagi!” “Kamu juga! Sibuk apaan, sih, belakangan ini? Oke, besok dibangunin lagi.” “Enggak sibuk apa-apa kok. Besok libur, tadi hari terakhir UTS. Lagi apa kamu?” “Oh, jadi gak perlu dibangunin shubuh dong. Lagi nulis. Kamu? Lagi sms-an ya?” “Iyalah kan sms-annya juga sama kamu.” “Sama aku ata...

'thanksgiving' setelah UN

Image
2 tahun lebih beberapa bulan, aku pertaruhkan hanya dalam 4 hari Ujian Nasional, mengerikan sekali ya sekolah di Negeri ini. Tapi ya sudahlah, toh yang aku bilang Ujian Nasional itu telah berakhir beberapa jam lalu. Sekarang aku beranjak ke dunia maya, sementara menghilangkan kekhawatiran akan nilai ujian dan passing grade-ku nanti. Mulai menalar apa yang terjadi sebelumnya untuk kemudian merintis hobi menulisku dalam blog sederhana ini. Karena Ujian Nasionalnya sudah beres, kali ini aku ingin berucap kata terimakasih sebanyak pasir di pantai dan sebanyak buih ombak di pesisir lautan untuk Tuhanku Yang Maha Esa Allah Subhanahu Wata’ala yang dengan cinta kasih-Nya telah memberikan ketenangan emosi dan kejernihkan pikiran hingga aku bisa mengerjakan soal-soal dengan baik, meskipun tidak semuanya hasil sendiri tapi minimal aku diberi keberhasilan sempurna untuk bisa lirik sana-sini dan pegang ini-itu, hehe. Tuhan juga dengan dermawan-Nya memberikan kelapangan hati untuk aku, pada saat ota...

kampret

"Heh, lama amat! Lagi apa, sih?!" “Apaan, sih? Sabar dikit dong, kayak baru pertama nungguin aja!” “Kelamaan gila, kali-kali lihat jam kalo mau mandi, tamu udah dateng masih kucel!” “Terus dengan kamu nelpon gini gak bakal bikin makin lama, gitu? Iya?” “Ruang tamu lagi angker nih, lagi apa, sih? Cepet sayang cepet, please!” “Bentaran lagi deh, janji, 10 menit ajaaaa lagi, ya? Lagi dandan nih!” “Gak usah, gak perlu dandan ntar lu cantik gue juga yang repot!” “Berisik! Just be nice those! Bye, smooch dulu ah, muah! Hehehe.” 15 minutes later… “Ya ampun masih belum beres juga! Udah setengah jalan kali tuh filmnya!” “Udah kok, ini udah beres. Pergi sekarang?” “Katanya dandan?!” “Iya ini udah dandan.” “Yah, dandan segini doang lamanya kayak nunggu istri lahiran aja.” “Gak apa-apa dong! Berkorban kali-kali. Toh aku dandan yang seneng kamu-kamu juga!” “Senengnya kenapa ya kalau boleh tahu?” “Kan kalau dandan akunya jadi cantik gitu minimal, hehehe” “Hah? Cantiknya aja kayak gini, ...

saat sebuah hubungan bergantung pada teknologi

Image
Sebelum akhirnya aku bersanding, aku tidak pernah membayangkan akan mengalami hal yang paling aku tidak sukai, sebuah situasi dan kondisi dimana seumur jantungku berdenyit aku tidak pernah yakin akan mampu menyanggupinya. All about my future relationship, adalah apa yang mereka bilang padaku sebagai ‘hubungan jarak jauh’… Tulisan kali ini bukanlah jerit hati atau penyesalan, justru kata per kata selanjutnya adalah luapan kebanggaan, keyakinan akan cinta terakhir, sebuah kematangan, awal dari cinta yang bukan cinta monyet dan sedikit keangkuhan akan diriku sendiri yang sukses membuat apa yang seharusnya indah menjadi sempurna. Di awal perjalanan kisah kasih ini, beberapa keraguan muncul dan bersarang di benakku, tak pelak semua itu membuat hati kembali memilih. Aku inginnya yang nyata, yang selalu ada, bisa hadir kapan saja dan bisa ku raba. Bukan ini, yang ini terlalu jauh, mobilitasnya terlalu tinggi dan aku hanya bercumbu dengan bayangnya lewat ketikan-ketikan manis di pesan singkat...

has colored my page

Image
Have your facebook page ever get that as below?   Mami please deh! -__- Or have you get ever like this ?   Pernah gak facebook kamu dipake tempat gosip kayak gini?

April 4th 2007-2011 (no hope)

Image
Tanggal empat bulan empat tahun ini, adalah juga merupakan tahun keempat meninggalnya teman masa kecil, putra bungsu Pak Erwin seorang karib papaku, kapten team sepak bola di SD tetangga, dan yang selalu mengingatkanku pada kisah ‘cinta monyet’ semasa SD dulu sekali, namanya Muhammad Sutan Sena. Aku, kita teman-temannya, biasa memanggil dia Adik. Seperti kian banyaknya pepatah yang bilang “dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan”, atau “semua yang hidup pasti mati”, ada juga “biarkan orang-orang dalam hidupmu datang silih berganti”. Tapi di sini aku yang merasakan! Kepergian Adik yang tidak wajar membuatku terkaget-kaget dan sedikit hilang akal selama beberapa bulan. Ini benar terjadi, teman-teman di SMP yang jadi saksinya, mereka terheran-heran juga dengan perubahanku karena ini, katanya aku berubah pendiam, lebih sering menunduk dibanding menatap ke depan dan aku rasakan sakitnya kehilangan itu begitu jelasnya terasa, sakit, sangat sakit. Adik sebaya denganku, saat Adik meninggal...

umurku 17 tahun, tapi belum pernah kepikiran nyoba kabur

I ni Kamis, hari terakhir di bulan Maret 2011, aku kembali bolos sekolah, sepele, alasannya cuma malas. Kebetulan sekolah mendukung kemalasanku dengan kebijakan barunya, mulai Senin kemarin setiap hari aku dan kelas 12 lainnya akan pulang sekitar jam 10 atau pas jam pelajaran ke -4 berakhir. Dan akhirnya aku hidup dengan tenang; bangun jam 8 pagi, setelah mandi, sarapan, dan sedikit berolahraga dengan lari-lari kecil dan ber kongkow dengan bola basket di garasi, aku menghabiskan waktu bersemayam di kamar, bersalome ria dengan joybook kesayanganku dan aplikasi-aplikasi yang bejibun di dalamnya. Menginjak pukul 10, saat game Stronghold Crusader sedang seru-serunya dan aku hampir saja membakar semua Apple Orchird dan Cathedral milik musuhku, Lord Frederick, aku kembali terhipnotis untuk membuka aplikasi wordPad dan menulis sesuatu, saat tulisan ini belum berjudul, saat itu juga aku belum mengalami hal yang menakjubkan hari ini. Rumah di Kamis pagi seperti biasa, sepi, selain aku dan tu...

kenapa juga lo harus percaya pas gue bilang gue ini peramal?!

Image
One cold evening… (March 23 rd , 2011) “Dimana pasien? Ih kamu gak bilang-bilang!” “Udah nyampe di Bandung, kan tadinya mau surprise ƪ(˘⌣˘)ʃ ” “Ah gak bilang-bilang ah! Jadinya pulang-pergi? Cape atuh.” “Enggak lah, Jum’at malem pulang kayaknya, kamu gak ke Tasik kan?” “Enggak kok, besok ada kuliah pengganti, terus Sabtu juga ada. Sial! Hari libur digebet juga sama si dosen!”

hexogaskins

Iseng-iseng ngobrak-ngabrik file di kompi kelas, ketemu sama folder yang namanya 'Latos', pas dibuka ternyata isinya yang beginian Kocak banget, kebetulan lagi boring juga pas liatnya, kocak ya?! Hahaha. Mau tahu pelaku-pelakunya? Scroll down! Fake Vocalist: Devin Ardi Dwiraharja (pet) Fake Keyboardist: Relly Maryuana Martin (urel) Fake Drummer: Shafdiar Gustira (diar) Fake Guitarist: Iman Muhamad Ramadhan (temon)