ayo berwisata!! Kemaren malem, gw iseng-iseng ngajak papa pergi wisata, alasannya sih mumpung kakak perempuan gw belum balik ke Bandung. Gak tahunya nyokap malah usul pergi ke tempat yang namanya masih asing di telinga kanan dan kiri, Cipacing. Dimanapun itu, asal wisata asal gretongan pasti asik banget kaaan! :D ayo berangkat!! Pagi-pagi buta gw udah semanget packing baju buat pergi berwisata ke Pemandian Air Panas Cipacing. Katanya sih di daerah Kabupaten Tasik gitu tempatnya tapi gak tahu deh. Sekitar jam 6.30 pagi gw dan keluarga cabut untuk memulai perjalanan ke tempat tujuan. ------- nyampe! (di jalan gak ada yang rame soalnya, bengong doang!) Eits, sebelum nyampe, guys! Lu semua harus tahu, akses jalan menuju Pemandian Air Panas Cipacing ini tidak begitu bagus sejak lu lu pada belok ke jalan yang tidak bisa disebut jalan raya (mungkin jalan desa gitu kali yeee!) Tapi, jalan yang tidak begitu mulus itu terbayarkan oleh hamparan sawah yang bener-bener luaaaaas! Luas banget sum...
hari Kamis ini gue masih menjalani rutinitas baru sebagai peserta UKK [Ujian Karo-Karo] di sekolah (kali aja ada yang di pasar gitu?!). kebetulan hari ini ujian bahasa Sunda dan Fisika. gue gak minat banget ngebahas Fisika di setiap postingan gue, karena pasti gak menarik yaaa. tapi hari ini ujian bahasa Sunda cukup bikin miris. okay I know I'm not smart, tapi percayakah kalian, gak sampe 20 dari total 50 soal yang bisa gue kerjakan! shitting! miris banget... harus berusaha nodong 30 soal buat mata pelajaran yang notabene adalah identitas gue, Sunda! yaa.. gue orang Sunda! bahkan guys, di soal tadi itu gak sedikit kata-kata yang bikin gue melongo karena asing dan gak ngerti cara pengucapan dan fungsinya dalam kalimat! setengah dari waktu ulangan gue pake semedi, dengan bekas kotretan fisika yang jadi bulan-bulanan tangan jail gue... Payah banget ya, gue dengan lantang bisa memaki orang Ambon yang tawuran antar siswa-siswa intelek [baca aja: mahasiswa], bisa menghujam Satpol PP ya...
hello diary... hari ini aku ngerasa seolah 'time goes too fastly', saat aku terlalu larut dalam kesenangan, Tuhan seketika mengingatkan aku, pada sosok nan manis disana yang mungkin kini telah benci padaku pangeran terlucu yang dulu aku peluk dan bawa tidur, aku menyakitinya, membunuh karakternya dan menganiaya hatinya... hingga kini semua yang ada pada dirinya berubah 180 derajat untukku bahkan 360 derajat dua kali putaran... mungkin. dear diary... kini aku mencoba bikin hati aku balance, antara logika dan kata hati seperti seuntai lirik Nidji yang sedang mengalun jernih, "aku masih berharap, kau yang terindah untukku" ya, itu kata hati... mungkin selamanya seperti itu tapi logika adalah yang terpenting, karena hidup tak bisa memaksa bukan? aku bernyanyi riang, mungkin berlirih untuk sebuah logika tersebut "Cinta tak akan pernah sama Tak akan pernah bisa paksa aku Jangan pernah berfikir itu salah Masih banyak cinta di dunia"
Comments