ayo berwisata!! Kemaren malem, gw iseng-iseng ngajak papa pergi wisata, alasannya sih mumpung kakak perempuan gw belum balik ke Bandung. Gak tahunya nyokap malah usul pergi ke tempat yang namanya masih asing di telinga kanan dan kiri, Cipacing. Dimanapun itu, asal wisata asal gretongan pasti asik banget kaaan! :D ayo berangkat!! Pagi-pagi buta gw udah semanget packing baju buat pergi berwisata ke Pemandian Air Panas Cipacing. Katanya sih di daerah Kabupaten Tasik gitu tempatnya tapi gak tahu deh. Sekitar jam 6.30 pagi gw dan keluarga cabut untuk memulai perjalanan ke tempat tujuan. ------- nyampe! (di jalan gak ada yang rame soalnya, bengong doang!) Eits, sebelum nyampe, guys! Lu semua harus tahu, akses jalan menuju Pemandian Air Panas Cipacing ini tidak begitu bagus sejak lu lu pada belok ke jalan yang tidak bisa disebut jalan raya (mungkin jalan desa gitu kali yeee!) Tapi, jalan yang tidak begitu mulus itu terbayarkan oleh hamparan sawah yang bener-bener luaaaaas! Luas banget sum...
Satu buku berlalu, muncul buku berikutnya. Mengantre untuk segera dibaca dan dicerna.. Before this, I never felt the need to write reviews for the books I was reading. You can see on my Goodreads account, I may have been happy to rate books, but I never gave reviews. That was until Ilana Tan’s latest masterpiece appeared on my radar and finally landed in my hands this week.. When the Sky Is Blooming by Ilana Tan Ilana Tan adalah author favorite pertamaku, yang ku ‘kenal’ saat SMP dulu. Jalan cerita novelnya tidak pernah biasa, male main character atau pemeran cowoknya selalu digambarkan good looking dan soft spoken, menjawab impian para pembaca wanita yang hopeless romantic sepertiku. Tapi ternyata, sekian ratus buku berlalu, berbagai genre dan trope cerita kubaca, akhirnya menyadarkaku ada hal-hal (dua hal tepatnya) yang ‘kurang’ dari karya Ilana Tan yang terbaru ini. Kurang konflik, gak ada klimaks Ada buku-buku yang mampu dengan kuat menggiring emosi pembacanya, kita bisa d...
hello diary... hari ini aku ngerasa seolah 'time goes too fastly', saat aku terlalu larut dalam kesenangan, Tuhan seketika mengingatkan aku, pada sosok nan manis disana yang mungkin kini telah benci padaku pangeran terlucu yang dulu aku peluk dan bawa tidur, aku menyakitinya, membunuh karakternya dan menganiaya hatinya... hingga kini semua yang ada pada dirinya berubah 180 derajat untukku bahkan 360 derajat dua kali putaran... mungkin. dear diary... kini aku mencoba bikin hati aku balance, antara logika dan kata hati seperti seuntai lirik Nidji yang sedang mengalun jernih, "aku masih berharap, kau yang terindah untukku" ya, itu kata hati... mungkin selamanya seperti itu tapi logika adalah yang terpenting, karena hidup tak bisa memaksa bukan? aku bernyanyi riang, mungkin berlirih untuk sebuah logika tersebut "Cinta tak akan pernah sama Tak akan pernah bisa paksa aku Jangan pernah berfikir itu salah Masih banyak cinta di dunia"
Comments