Hidup Seabad
Gemercik hujan samar-samar terdengar di ruang rekaman RRI Bandung. Sore itu, langit begitu kelam, cuaca pun sangat tak mengena k kan; udara dingin dan tanah yang basah bukan kombinasi menyenangkan ketika kita berada di luar rumah. Aku duduk di sofa kantor PRO2 sambil mulai mengaktifkan lagi ponselku yang sejak setengah jam lalu aku airplane . Tiba-tiba ada banyak pesan WhatsApp masuk tak terkendali, dari kakakku. "Mot, dimana?" "Mot, Uyut maot" (Uyut meninggal) "Mot, buruan balik . " Biasanya aku akan mendengus, "Mat mot mat mot apaan sih?!" Tapi untuk saat ini aku diam menatap ponsel, di baliknya kakakku terus membredel layar dengan chat-chat singkat . "Uyut mana ... " Tanyaku tanpa makna, aku pikir uyutku akan hidup seribu tahun lagi. Uyutku luar biasa tangguh, saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang masih tersisa, dirawat sebaik-baiknya oleh seluruh anggota keluarga. Aku berdiri di teras kantor PRO2, menyuda...