Si Anak Sepeda
“Eh, kamu kemaren nyampe rumah langsung tidur ya? Sebel” “Enggak juga, sih.. Kok sebel, emang napa kan udah ketemu inih” “Bisa kali tunggu sampe aku di kosan. Pffft.” Ada banyak hal dalam hidup ini yang bisa kita curahkan dalam tulisan, tapi hanya sedikit yang benar-benar harus dikunci dalam bait prosa karena tak akan terulang. Kisah aku dan si anak sepeda contohnya, ibarat serial movie Harry Potter, satu tahun hanya keluar satu episode, tapi hingga ceritanya usai di tahun ke-7, film itu melegenda dan tak mungkin dilupakan penggemar setianya.. “Kamu sadar gak, sih, kita tuh baru ketemu lagi setelah 7 tahun? Tapi kok gak excited ya? Gak canggung juga” “Iya, sejak aku pindah SMP ya.. Ya soalnya kitanya biasa aja, maksudnya meskipun gak pernah ketemu tapi selama ini kan temenan di sosial media, aku tahu kabar kamu, kehidupan kamu. Jadi pas ketemu ya gak asing” “Berarti bener ya, sejauh apapun kita pergi kita akan tetap ketemu di sosial media. At least selama kitanya updat...