Tentang Kecewa yang Harus Kau Pahami
“Kita boleh kecewa pada manusia, tapi jangan karena itu kita mengecewakan Tuhan.” Kalimat di atas sebetulnya sudah cukup mewakili seluruh isi tulisan ini. Selebihnya, bacalah sekedar agar kau lebih mengerti. Beberapa waktu belakangan ini, aku mengamati fenomena yang hampir serupa: seorang wanita terluka, lalu memutuskan untuk terbuka. Lebih jelasnya, banyak wanita yang kecewa pada pria, lalu kemudian memutuskan melepas jilbabnya. Ini terjadi bahkan pada teman dekatku, aku mengamatinya dan ia tahu aku sepemikir itu. Aku bilang padanya hal ini seperti berpola, perilaku meluapkan amarah dan berusaha menutupi luka. Temanku mengonfirmasi benar, bahwa saat ini begitu kuat keinginan untuk menunjukkan bahwa ia ‘baik-baik’ saja, bahkan lebih baik sebelum kejadian dunia jungkir balik itu menimpanya. Namun, saat ia berusaha tampil superior menurut standarnya, ia lupa hal yang paling krusial: batas-batas yang diberikan Tuhannya. ...