Honestly I still can't believe it just
happened! I'm so wanting to have my own personal website for ages! Let's say it
is the press realese of this, my brand new blog ismahanifa.com..

Firstly, I want to thanks DomaiNesia for such
a great service, I wasn't really keen on coding or IT so when my domain
requires a setting with unique host, CNAME or something I asked for help and
they settled down this all for me. I just need to press 'Save' button on my
Blogger basic setting and voila! it's all set. Thanks again, guys!
Now, may I speak in Indonesia instead?
Yah, pertama-tama, selamat tahun baru
semuanya. Semoga 2018 membawa banyak berkah dan keberuntungan, tapi biarpun
membawa kesulitan semoga kita dilimpahi kesabaran dan kekuatan. Amiin.
Tulisan ini kubuat dengan mood yang sedang
berapi-api, karena tulisan ini adalah yang pertama sejak
ismahanifa.blogspot.co.id menjadi ismahanifa.com. Sounds very good in my ear..
Xixixi.
Sebetulnya, tidak ada maksud atau tujuan
khusus membeli domain (.com) ini, aku cuma pengen kasih sesuatu sebagai hadiah
buat blog-ku karena selalu jadi tempat mencurahkan segala bentuk tindak tanduk
hiruk pikuk di biduk perjalanan hidup -halah- selama kurang lebih 10 tahun. Iya
gitu 10 tahun? Kayak baru kemarin bikin blog sepulang sekolah :)
Well, another blissful moment due to this
renewed URL is me being motivated to WRITE MORE! And to WANDER MORE and to ACT
MORE too!
Kenapa demikian? Karena tak bisa dipungkiri,
ketika pertama kali refresh laman blog dan URL-nya berubah jadi dot com, aku
mikir "Habis gini jadi ngapain?", "Mau diisi apa?",
"Mau fokus ke hal apa?" Karena yang aku tahu even blog personal pun
selalu punya tema, ada orang yang concern di kebudayaan, maka blognya penuh
dengan nuansa etnik atau tulisan tentang suku dan adat, ada yang concern di
kemanusiaan, lalu blognya penuh foto-foto kondisi masyarakat Afrika atau di
negara terdampak bencana. Everything has a theme, every blog should have a
theme!
Akhirnya, aku memutuskan untuk mengusung tema
'Selalu Berbagi', dimana aku akan mengurangi tulisan-tulisan mengenai kehidupan
pribadi dan lebih banyak menulis tentang sesuatu yang bermanfaat dari
keseharianku. Misalnya, ketika bepergian ke luar kota atau ke daerah terpencil,
maka aku akan menulis tentang hal-hal yang mungkin belum diketahui banyak
orang, or just share the experience that you guys hasn't got a chance to
experience it before. Atau kegiatan lainnya seperti siaran radio, dan aku akan
menulis tips and trick seputar public speaking, atau kegiatan Eart Hour yang
salah satunya concern pada edukasi penyelamatan lingkungan.
Punya website pribadi sesungguhnya sedikit
memberi tekanan, kalau dulu aku nulis apa yang pengen aku tulis, dan kalau lagi
males blog ini bisa vakum berbulan-bulan lamanya. Sekarang, seperti ada
tanggung jawab untuk terus berkarya secara rutin, bahkan aku targetkan paling
sedikit sebulan sekali aku posting. Mungkin karena domain ini harus bayar tiap
tahun kali ya? Haha.
Beberapa teman sempat bertanya "Gak
nge-vlog aja? Kan lagi rame tuh"
I dunno.. Whether I have no confidence to talk
to the camera or am bad at video editing or simply dont like being watched.
But I won't have a vlog. That's all.
Menjadi seorang vlogger sebetulnya gak
gampang, selain tampilan harus menarik, content vlog juga harus menarik, kamera
harus bagus, ngedit videonya juga harus jago dan yang paling aku gak bisa
lakuin adalah.. kemana-mana megang kamera shoot sana-sini selama aku
beraktifitas. Gak-bisa-banget. So, writing is my way out. Aku cukup menyimpan
segala sesuatu yang ingin aku bagikan di memori kepala lalu menuangkannya
ketika aku pulang ke rumah. Foto dan video kayaknya perlu juga di blog
konvensional, tapi tulisan yang 'menyentuh' adalah senjatanya.
Blog mungkin sudah kuno, dan merubah
blogspot.co.id menjadi .com bukanlah sesuatu yang hits saat ini. Even among 90s
generation like me. But this is who I am. What I want. This is one of 2018
wish, my wish for years. No need to be ashamed if you want to do different things.
Just do it heartily.
Enjoy my next post, soon. Thank you.
 |
| GIF from Dribbel |
Comments