Posts

Kata Riska tentang 'Zona Waktu'

Image
New York 3 jam lebih awal dari California, tapi tidak berarti California lambat, atau New York cepat. Keduanya bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.  Seseorang masih sendiri. Seseorang menikah dan menunggu 10 tahun untuk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.  Seseorang lulus kuliah di usia 22 tahun, tapi menunggu 5 tahun untuk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27 tahun dan langsung bekerja.  Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yang lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90 tahun.   Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"-nya masing-masing.  Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.  Bekerjalah sesuai "Zona Waktu"-mu.  Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin 'tampak' lebih maju. Mungkin yang lainnya 'tampak' di belakangmu.  Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya...

Surat untuk Ina

Image
Ina.. Kamu tahu, hal yang paling Isma gak suka dalam hidup ini adalah 'kehilangan'. Dan Ina memberikan itu dipenghujung tahun yang Isma pikir akan baik-baik aja. Ina.. Jika sejak 3 tahun lalu kamu didiagnosa penyakit itu, berarti saat foto di atas ini diambil pun kamu sebenarnya udah ngerasain sakit? Ina.. Ajarin Isma, gimana caranya jadi orang sebaik kamu. 3 tahun menyembunyikan penyakit yang setiap saat semakin memburuk bukan hal yang bisa Isma tanggung sendiri. Tapi kamu..? Ina.. Kalau boleh jujur, Isma sempet curiga sama kesehatan kamu. Isma tahu kita udah lama gak ketemu, tapi fisik Ina berubah terlalu drastis saat itu. Baiknya kamu selalu meyakinkan dan berusaha menekan kekhawatiran orang lain. Ina.. Isma minta maaf, setahun terakhir Ina sering nginep di rumah sodara deket rumah Isma, ngajak Isma ketemu, ngajak main, dan Isma gak pernah berusaha nyempetin. Padahal Isma juga kangen. Isma jahat, Isma tahu itu. Ina.. Sekali waktu Isma ke Jogj...

Yin-Yang (1)

Kamu lembut dan pengertian. Panjang sabar serta selalu bertindak hati-hati. Aku? Aku genit dan ceriwis. Panjang kaki dan seringkali tergesa-gesa. Tapi kita berpadu bukan? Kita bagai Yin dan Yang – saling bertentangan namun sesungguhnya menetralkan. Coba bayangkan jika aku juga pendiam sepertimu, mungkin rumah kita nanti akan lebih hening dari perpustakaan, atau parahnya, lebih sepi dari kuburan! Mungkin kita bertentangan tapi tidak berseberangan, kita selalu berusaha mencari keseimbangan diantara perbedaan yang ada. – Dikutip dari sebuah tulisan tentang perbedaan. Kita memang sering tidak seragam dalam banyak hal, di hampir semua hal; karakter, pola pikir, emosi, selera, cara menyelesaikan masalah, hobi, dan lain-lain, dan lain-lainnya. Tapi justru itu yang membuat perjalanan kita tidak pernah membosankan. Kesamaan kita hanyalah kita berdua sama-sama ingin bersama. Selamat tanggal 19, Isma & Eja yang selalu berbeda.

Jam-jam sarat ide.

Seperti ada sesuatu yang direbut dengan paksa Sahabatku bercanda dan aku tertawa Ku lontarkan lawakan dan mereka memperkayanya Tapi di sekitar degup ini ada yang dingin sekali Akal sehatku tak bisa menjabarkannya Sesuatu itu semacam akar serabut pohon yang direnggut Dari tanah yang selama ini mendekapnya Orang bilang aku berseri-seri Nyatanya ulasan make up semata Akar itu di udara dan semenit kemudian layu Jelas karena dipisahkan dari sumber energinya Terjaga lebih dari separuh malam Terbangun lebih awal dan menyisir sekitar Rupanya tak menemukan apapun lagi pagi ini - Bandung, 15 September 2016 pkl. 02:44 dini hari Seminggu setelah hubungan jarak jauh ini dimulai. Ketika jam-jam sarat inspirasi kembali. Banyak ide tulisan bertema kekosongan. Yang jauh tak perlu mendekat, aku sedang menikmati sakit karena rindu yang jarak ini buat.

tengok ke pojok negeri

Image
Hari ini tanggal 17 Agustus, kembali kita diingatkan dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hampir usai satu hari penuh, dimana jutaan orang memposting ucapan selamat ulang tahun pada bangsanya. Media sosial ramai dengan foto dan video orang memegang sang saka dwi warna; bendera merah putih diiringi harapan untuk masa depan, di dunia nyata tak kalah semarak; masyarakat memasang hiasan khas kemerdekaan sepanjang jalan, mengadakan lomba-lomba antar warga dengan biaya swadaya, spanduk-spanduk parpol beserta tokoh yang diusungnya terbentang hampir di setiap sudut perkampungan penduduk. Sungguh satu hari yang ceria, bukan? Tak lepas dari perayaan HUT RI, kita pasti ditegur dengan pertanyaan "Apakah kita sudah benar-benar merdeka?", "Apa arti merdeka sesungguhnya?", "Apa yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan?" yang dilontarkan (biasanya) oleh siaran berita televisi, online maupun cetak. Sekarang mungkin sem...