Posts

Singapore on a budget, and with a baby!

Image
  Sweeter than kinder bueno, bitter like a cup of expresso coffee.. Mungkin sepenggal kalimat di atas bisa mewakili keseluruhan perasaan setelah pulang tamasya bersama bocil. Manis banget, tapi juga capek banget. November 2022 lalu kami sekeluarga sepakat (setelah lobby dan perdebatan alot tentunya) untuk pergi ke Singapore bersama. Inilah destinasi luar negeri pertama kami! Jeng jeng! Sungguh excited! Aku tak sabar namun juga deg-degan! Persiapan keberangkatan kami tergolong lama, dari awal kepikiran untuk pergi sampai hari kepergian sekitar 4 bulan lamanya. Tentu selain karena kami bukan kaum jet set yang bisa travelling kapan saja, kami juga perlu memikirkan kesiapan fisik anak kami yang umurnya masih di bawah 2 tahun kala itu. Yang pasti, hedon sekeluarga ini harus dilakukan sebelum si anak menginjak 2 tahun agar tiket pesawatnya murah dan tiket masuk ke setiap destinasinya gratis. Kenapa sih harus Singapore? Adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan suami di awal aku mencetus...

Trimester 3: He's Finally Here

Image
  He is finally here.. I’m finally become a mom.. My husband and I will start a new life as a parents from now on.. Kami melalui perjalanan panjang sampai akhirnya bisa menimang makhluk kecil nan menggemaskan ini. Perjalanan yang akan kami kenang sepanjang hayat, keputusan-keputusan yang kami buat akan menjadi bekal pendewasaan setiap saat. Dan untukku pribadi, aku tidak akan lagi membedakan wanita yang melahirkan secara pervaginam maupun caesar, keduanya menurutku sama-sama ‘normal’. 15 Maret 2021 – Berawal pada saat pemeriksaan USG, dokter menemukan ada lilitan tali pusat 1x di leher janinku, padahal waktu itu umurnya sudah memasuki trimester 3. Aku dan suami cukup kaget, tapi dari awal kami selalu berusaha ikhlas dengan apapun hasil pemeriksaan kehamilan. Alhamdulillah dari bulan 1 sampai 9 tidak kami dapati berita buruk, baru kali ini, yang sebenarnya juga bukan buruk, tapi sedikit beresiko untuk melahirkan secara pervaginam. 01 April 2021 – Aku cek ke dokter lagi, k...

Trimester 2: kami mencintai-Mu

Image
Beberapa orang bertanya, apakah aku dan suami melakukan program hamil (promil) sebelum kehamilan ini? Hmm.. Aku pikir aku bisa bilang belum, kami belum promil ke dokter, tapi tentu setelah mengalami keguguran aku jadi lebih concern dengan kesehatan, pun begitu juga suami yang mulai rutin minum vitamin dan food supplement . Dari sisi lifestyle, kami cukup rutin berolahraga, bukan tipe orang yang doyan junk food dan fast food, bukan juga peminum alkohol atau pemakai obat-obatan tertentu. Sehingga kami yakin insya Allah kami cukup sehat, masalah keturunan kami serahkan sepenuhnya pada Tuhan Sang Penggenggam Takdir. Bahkan suami pernah bilang kalau setelah 2 tahun menikah nanti belum diberi kepercayaan lagi, baru kita ke dokter untuk promil, kalau promil tidak juga berhasil, berarti mungkin Allah punya rencana lain buat kita, bisa jadi takdir kita adalah untuk menolong anak-anak yang kurang beruntung dengan cara mengadopsi mereka (that was sweet of him I almost cry hearing this). Dengan p...

Yeay! My 1st Trimester is completed!

Image
  5 hari menjelang anniversary 1 tahun pernikahan, tepatnya tanggal 20 Agustus 2020 dini hari, aku memutuskan untuk testpack karena hari itu sudah 2 minggu telat jadwal 'libur sholat'. Mengalami keguguran di usia kehamilan 2 minggu November 2019 lalu membuatku enggan untuk berharap. Bismillah aja, kalau rezeki gak akan lari, batinku menggumam. Dan tapi.. DUA garis merah akhirnya muncul dengan sangat jelas di alat mungil itu. Aku diam, tertegun, hatiku dipenuhi rasa syukur, terus menerus bersyukur sampai dadaku sesak karena ingin berteriak. Horreeeee for the first time during this terrible pandemic season in 2020, I have something to celebrate, to be cheered up, and to be able to cry happily.  Those lines seemed too obvious to ignore :") Aku mengendap-endap ke kamar ganti, memikirkan cara memberi tahu suami tentang hadiah anniversary ini. Akhirnya, aku tempel testpack itu di kemasannya lalu aku bungkus dengan tisue dan ku masukkan ke kotak makan. Yup, aku akan kasih dia k...

Akad + resepsi di bawah 100 juta? Emang bisa? Here's my #weddinghack!

Image
Menikah adalah perihal menyepakati banyak hal, dimulai dari berbagai kesepakatan merencanakan hari pernikahan itu sendiri.. Konsepnya mau gimana, jumlah undangannya berapa, dan yang paling menentukan adalah berapa uang yang akan dikeluarkan. It's all about money and money at the end baby~ Di sini aku tidak hanya share tips, tapi akan sekaligus membeberkan budget yang aku dan suami (eciye udah suami) habiskan untuk pernikahan kami tanggal 25 Agustus 2019 lalu. Post ini akan sedikit panjang tapi semoga tetap seru sampai akhir. Keywordnya adalah kami berdua sepakat menyelenggarakan pernikahan dengan anggaran di bawah 100 juta. Apakah bisa? Monggo disimak aja ya.. Note: Demi kepentingan komersialisasi aku tidak akan menyebutkan nama vendor. Pakai WO hari-H aja WO adalah vendor pertama yang aku booking, waktu itu tanggal 17 Agustus 2018 mereka ngasih promo harga WO D-day sebesar 2,5 juta untuk 4 orang crew WO, MC, plus  2 kembang api, dan 4 titik confetti . Sebagai freelance MC, ...