hello diary... hari ini aku ngerasa seolah 'time goes too fastly', saat aku terlalu larut dalam kesenangan, Tuhan seketika mengingatkan aku, pada sosok nan manis disana yang mungkin kini telah benci padaku pangeran terlucu yang dulu aku peluk dan bawa tidur, aku menyakitinya, membunuh karakternya dan menganiaya hatinya... hingga kini semua yang ada pada dirinya berubah 180 derajat untukku bahkan 360 derajat dua kali putaran... mungkin. dear diary... kini aku mencoba bikin hati aku balance, antara logika dan kata hati seperti seuntai lirik Nidji yang sedang mengalun jernih, "aku masih berharap, kau yang terindah untukku" ya, itu kata hati... mungkin selamanya seperti itu tapi logika adalah yang terpenting, karena hidup tak bisa memaksa bukan? aku bernyanyi riang, mungkin berlirih untuk sebuah logika tersebut "Cinta tak akan pernah sama Tak akan pernah bisa paksa aku Jangan pernah berfikir itu salah Masih banyak cinta di dunia"
Comments