Posts

Showing posts with the label lost in scare

Obituary Ceututi

Image
  Sebelum menulis lebih jauh, aku ingin meminta maaf sedalam-dalamnya jika ada anggota keluarga atau kerabat yang bersangkutan membaca tulisan ini. Tidak ada maksud lain selain mengungkapkan rasa syukur dan kedukaan yang dalam. Menulis obituary selalu menyesakkan, selalu terasa begitu berat. Baru kemarin rasanya menulis untuk teman lama, kali ini aku akan menulis lagi untuk salah satu orang terdekat keluargaku. Bukan maksudku memenuhi blog ini dengan berita duka, tapi ‘menulis adalah bekerja untuk keabadian’, maka inilah salah satu cara agar kenangan kita tak hilang.. Pagi tadi, aku mendapati isak tangis mamaku di telfon, padahal belum 24 jam kami bertemu sebelum mamaku kembali ke kampung halaman (terima kasih ya Allah mamaku udah baikan). Sambil terisak itu ia mengabarkan kematian, dari orang yang selalu membantu keluargaku bahkan sejak aku belum dilahirkan. Kami biasa memanggilnya Ceu Tuti, ‘ceu’ yang berarti kakak perempuan dalam Bahasa Sunda. Meskipun sepertinya beliau sebayaan...

Beautiful soul (gone too soon)

Image
Coldness creeps into my bone That evening when I get to know Our friends telling me you were gone For a bit I thought They were just being clown But then I know it Deep within me The whisper of you leaving Far before today arriving You are a fighter Your name is literally a lighter Sent to our college life And make it brighter Let’s wish the next day will be easier Without you and your laughter Beautiful soul, you are the winner Now resting in peace No pain no crease Sleeping face smiles to please Everyone that come to release Beautiful soul, beautiful soul Remembering Insan.. Teman kuliahku yang baik, mungkin satu-satunya yang baik tidak hanya di mata manusia, pun juga di mata kucing. Seingatku juga satu-satunya teman laki-laki yang sangat suka kucing, I'll always cherish the memory waktu kami sama-sama mengubur anak kucing yang sakit dan meninggal saat masa-masa skripsian dulu. Aku meneleponnya menjelang tengah malam, dan ia yang bersemangat menggali liang lahat kucing itu di dek...

“Semua orang boleh pergi kecuali Ibu”

Image
 “Semua orang boleh pergi kecuali Ibu” Kalimat yang banyak digunakan sebagai  caption social media oleh mereka yang mengenang ibunya yang sudah tenang. Ibuku kini sakit, syaraf kejepit (kalau dari diagnosanya). Dan rasa tidak nyaman dari satu titik ditubuhnya itu kini kian menyebar. Cukup kepayahan, tapi beliau tetap sabar. Aku takut, kalut, carut marut. Tapi senyumku masih tertaut setiap kami mengobrol, karena aku upayakan semuanya terasa santai. Memastikan rumah ibu tetap terasa damai. Ilmu agama ibu tinggi, semua cobaan hidup diyakini ujian Sang Maha Pemberi. Benar sih, tidak akan ada satupun manusia yang tak diuji. Kitanya saja harus kuat, bersiap ikhlas apapun yang terjadi. Tapi duh, kalaupun aku harus mengaduh, akan kulakukan pada-Mu terus menerus, agar jangan Kau uji pelitaku dengan kesakitan, agar Kau limpahi ia dengan umur panjang dan kesehatan. Seandainya ada yang bisa aku gadaikan, korbankan? Supaya Kau hentikan dulu.. jangan dulu.. sembuhkan dulu.. meskipun ini ju...

Hidup Seabad

Image
Gemercik hujan samar-samar terdengar di ruang rekaman RRI Bandung. Sore itu, langit begitu kelam, cuaca pun sangat tak mengena k kan; udara dingin dan tanah yang basah bukan kombinasi menyenangkan ketika kita berada di luar rumah. Aku duduk di sofa kantor PRO2 sambil mulai mengaktifkan lagi ponselku yang sejak setengah jam lalu aku airplane . Tiba-tiba ada banyak pesan WhatsApp masuk tak terkendali, dari kakakku. "Mot, dimana?" "Mot, Uyut maot" (Uyut meninggal) "Mot, buruan balik . " Biasanya aku akan mendengus, "Mat mot mat mot apaan sih?!" Tapi untuk saat ini aku diam menatap ponsel, di baliknya kakakku terus membredel layar dengan chat-chat singkat . "Uyut mana ... " Tanyaku tanpa makna, aku pikir uyutku akan hidup seribu tahun lagi. Uyutku luar biasa tangguh, saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang masih tersisa, dirawat sebaik-baiknya oleh seluruh anggota keluarga. Aku berdiri di teras kantor PRO2, menyuda...

Surat untuk Ina

Image
Ina.. Kamu tahu, hal yang paling Isma gak suka dalam hidup ini adalah 'kehilangan'. Dan Ina memberikan itu dipenghujung tahun yang Isma pikir akan baik-baik aja. Ina.. Jika sejak 3 tahun lalu kamu didiagnosa penyakit itu, berarti saat foto di atas ini diambil pun kamu sebenarnya udah ngerasain sakit? Ina.. Ajarin Isma, gimana caranya jadi orang sebaik kamu. 3 tahun menyembunyikan penyakit yang setiap saat semakin memburuk bukan hal yang bisa Isma tanggung sendiri. Tapi kamu..? Ina.. Kalau boleh jujur, Isma sempet curiga sama kesehatan kamu. Isma tahu kita udah lama gak ketemu, tapi fisik Ina berubah terlalu drastis saat itu. Baiknya kamu selalu meyakinkan dan berusaha menekan kekhawatiran orang lain. Ina.. Isma minta maaf, setahun terakhir Ina sering nginep di rumah sodara deket rumah Isma, ngajak Isma ketemu, ngajak main, dan Isma gak pernah berusaha nyempetin. Padahal Isma juga kangen. Isma jahat, Isma tahu itu. Ina.. Sekali waktu Isma ke Jogj...

Yin-Yang (1)

Kamu lembut dan pengertian. Panjang sabar serta selalu bertindak hati-hati. Aku? Aku genit dan ceriwis. Panjang kaki dan seringkali tergesa-gesa. Tapi kita berpadu bukan? Kita bagai Yin dan Yang – saling bertentangan namun sesungguhnya menetralkan. Coba bayangkan jika aku juga pendiam sepertimu, mungkin rumah kita nanti akan lebih hening dari perpustakaan, atau parahnya, lebih sepi dari kuburan! Mungkin kita bertentangan tapi tidak berseberangan, kita selalu berusaha mencari keseimbangan diantara perbedaan yang ada. – Dikutip dari sebuah tulisan tentang perbedaan. Kita memang sering tidak seragam dalam banyak hal, di hampir semua hal; karakter, pola pikir, emosi, selera, cara menyelesaikan masalah, hobi, dan lain-lain, dan lain-lainnya. Tapi justru itu yang membuat perjalanan kita tidak pernah membosankan. Kesamaan kita hanyalah kita berdua sama-sama ingin bersama. Selamat tanggal 19, Isma & Eja yang selalu berbeda.

Jam-jam sarat ide.

Seperti ada sesuatu yang direbut dengan paksa Sahabatku bercanda dan aku tertawa Ku lontarkan lawakan dan mereka memperkayanya Tapi di sekitar degup ini ada yang dingin sekali Akal sehatku tak bisa menjabarkannya Sesuatu itu semacam akar serabut pohon yang direnggut Dari tanah yang selama ini mendekapnya Orang bilang aku berseri-seri Nyatanya ulasan make up semata Akar itu di udara dan semenit kemudian layu Jelas karena dipisahkan dari sumber energinya Terjaga lebih dari separuh malam Terbangun lebih awal dan menyisir sekitar Rupanya tak menemukan apapun lagi pagi ini - Bandung, 15 September 2016 pkl. 02:44 dini hari Seminggu setelah hubungan jarak jauh ini dimulai. Ketika jam-jam sarat inspirasi kembali. Banyak ide tulisan bertema kekosongan. Yang jauh tak perlu mendekat, aku sedang menikmati sakit karena rindu yang jarak ini buat.

tengok ke pojok negeri

Image
Hari ini tanggal 17 Agustus, kembali kita diingatkan dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hampir usai satu hari penuh, dimana jutaan orang memposting ucapan selamat ulang tahun pada bangsanya. Media sosial ramai dengan foto dan video orang memegang sang saka dwi warna; bendera merah putih diiringi harapan untuk masa depan, di dunia nyata tak kalah semarak; masyarakat memasang hiasan khas kemerdekaan sepanjang jalan, mengadakan lomba-lomba antar warga dengan biaya swadaya, spanduk-spanduk parpol beserta tokoh yang diusungnya terbentang hampir di setiap sudut perkampungan penduduk. Sungguh satu hari yang ceria, bukan? Tak lepas dari perayaan HUT RI, kita pasti ditegur dengan pertanyaan "Apakah kita sudah benar-benar merdeka?", "Apa arti merdeka sesungguhnya?", "Apa yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan?" yang dilontarkan (biasanya) oleh siaran berita televisi, online maupun cetak. Sekarang mungkin sem...

Green Tea Latte *bucks

Image
Setelah ngabisin waktu seharian sama 'Pandawa'; sahabat-sahabatku semasa kuliah, aku akhirnya sampai di rumah menjelang tengah malam begini. Ternyata, di depan kamarku ada bingkisan dari kertas cokelat yang kayaknya gak asing.. Setelah nyalain lampu, "Wah! Starbucks!" dan aku bergegas menghampirinya. Di sana tertulis 'To: Isma', tanpa  perlu nanya-nanya orang rumah, aku tahu dari siapa kiriman ini berasal. Mataku langsung perih melihat isinya, di sana ada 1 cup green tea latte.. reguler size.. Lalu sambil terpana aku merasakan mataku sepertinya berkaca-kaca karena pandanganku sedikit buram (iya emang lebay yah). Aku seneeeeng bangeeettttt..! Se.. Neng...? Weis set! Tunggu dulu! Kalau yang ngasih ini pacarku, kenapa dia gak sekalian nemuin aku? Kenapa harus diem-diem nyimpen green tea di depan kamar pas aku gak ada di rumah?! Kenapa dia gak mau ketemu aku, jemput aku yang lagi sama temen dan ngajak hangout langsung di Starbucks-nya kayak rencana kam...

Cantiknya Bromo saat Marah

Image
He had been used to peace and quite for 5 years, and now this. Belakangan ini pemberitaan di TV lagi marak ngomongin erupsi Gunung Bromo di Lumajang, Jawa Timur yang kian hari aktifitas vulkanologinya makin meningkat. Alih-alih mentaati peringatan untuk tidak mendekati radius aman 2,5 KM dari puncak Bromo, aku malah sengaja mengunjungi ‘Puncak B29’ yang letaknya berhadapan dengan kaldera Bromo. Hal ini bukan kesengajaan, tadinya setelah puas liburan di Malang, aku emang pengen melanjutkan wisata ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebelum pulang ke Bandung. Kebetulan saja pas H-1 keberangkatan itu aku dan temanku baru mendapat informasi bahwa kawasan Bromonya ditutup. Tak patah arang, aku mencari destinasi lain di Kota Malang yang mungkin bisa jadi alternatif kala tujuan utama kami sang Bromo sedang marah-marah begitu. Dari Instagram, aku banyak tahu tempat-tempat keren di Malang dan sekitarnya, tentunya lewat tampilan visualisasi yang dibuat seciamik mungkin untuk meningk...

Sedikit lagi saja.. 2016

Image
Halloooooo, blog-ku. Sungguh aku malu mengabaikanmu dalam waktu yang lama, ya Tuhan tahun 2015 ini aku jarang sekali menulis, merasa sangat tidak produktif dan m inim karya. Aku tidak berganti hobi, aku bukan punya keasyikan baru. Blog-ku, ketahuilah sering sekali ada rasa gemas ingin menulis, ingin mencurahkan banyak hal lagi padamu seperti dulu, tapi waktuku saat ini sangat sedikit yang bisa dipakai tidur malas-malasan  dan duduk bersandar dekat jendela sambil ‘mengisimu’ dengan cerita keseharianku maupun pola pikir absurd yang belum akan beranjak dari kepala. Ini pun sudah Desember, pertanda 2016 akan segera tiba. Yah, mana mungkin aku bisa meng-cover semua cerita satu tahun dalam satu kali tulisan? Kau yakin aku bisa, blog? Kalau begitu mari kita coba.. 2015 ini pertama kalinya aku kerja dengan predikat tenaga ahli di bidang konsultan perencanaan, 2 proyek berhasil aku emban; yang satu Penyusunan Dan Pengumpulan Data dan Statistik Kabupaten Seram Bagian Timur, satunya ...